Rabu, 31 Juli 2013

GAGASAN (HCN + K) UNTUK PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM KOMPETISI GLOBAL

Prof Dr Gatot Muhsetyo MSc menemukan gagasan baru dalam model pembelajaran matematika. Prof Gatot yang baru dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (12/9/2012) siang itu menggunakan model HCN+K untuk proses pembelajaran matematika yang efektif.

Judul penelitianya yaitu Gagasan (HCN+K) untuk Pengembangan Model Pembelajaran Matematika dalam Kompetisi Global.


Menurut guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UM itu, selama ini, Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit, menakutkan, mencemaskan, dan  membosankan.

Karena itu, pria kelahiran Ponorogo, 7 Mei 1950 itu berniat merubah mindset itu agar matematika menjadi pelajaran menyenangkan. "Karena itu harus ada model baru untuk belajar matematika. Saya berhasil menciptakan model itu," kata Prof Gatot usai pengukuhan.

Model HCN+K yang dimaksud Prof Gatot yakni, H (Hemat), C (Cermat), N (Nikmat), dan K (Klimat). Bila dijabarkan satu per satu, H (Hemat) adalah kepanjangan Hebat Matematika, C (Cermat) kepanjangan Cerdas Matematika, N (Nikmat) Nilai Kegunaan Matematika, dan K (Klimat) adalah Klinik Matematika.

Keempat komponen itu, jelas Prof Gatot, apabila sudah diterapkan atau dijadikan model pembelajaran Matematika, maka siswa akan menyukai pelajaran itu.

"Produk kompetitif dari belajar matematika dapat diperoleh apabila menggunakan model itu. Para guru matematika sebaiknya merubah cara mereka dengan cara yang lebih mudah agar siswa memahami," jelas suami Supartini ini.

Ilmu Matematika diakuinya sebagai salah satu ilmu yang banyak dijauhi siswa. Para guru Matematika seharusnya memiliki cara-cara (model) mengajar yang hemat, seperti lambang-lambang perhitungan misalnya membagi menggunakan (┃), dibagi (:), sejajar (//), dan lambang-lambang lain yang lebih hemat.

Langkah selanjutnya harus cermat, misalnya bagaimana cara memecahkan soal dengan menggunakan salah satu rumus yang dianggap paling mudah dan tepat. "Setelah hemat dan cermat, maka seseorang akan menemukan nilai kegunaan Matematika. Orang yang memahami Matematika dengan benar akan merasakan nikmat karena dipuaskan dengan keteraturan dan kekonsistenan dalam mengembangkan kajian," paparnya.

Rumus selanjutnya K (Klimat) yang berarti klinik Matematika ini dikhususkan untuk pengajar Matematika. Menurutnya, seorang guru Matemika harus bisa menjadi klinik atau tempat curhat siswa terkait kesulitan, kecemasan, keengganan, ketidaktahuan, kecemasan, dan ketakutan siswa dalam belajar Matematika.

"Seorang guru Matematika yang profesional juga harus memiliki ciri khas untuk menyampaikan materi, misalnya menggunakan istilah-istilah yang mudah diingat siswa," tukas Master of Science ini Mathematics Education State University of New York itu.

Naskah Orasi ilmiah, dapat didownload di: http://library.um.ac.id/images/stories/pidatogurubesar/2012/gagasan%20hcn%20untuk%20%20pengembangan%20model%20pembelajaran%20matematika%20%20-%20gatot%20muhsetyo.pdf

0 komentar:

Poskan Komentar